g. Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang.
- Bentuk peradaban di India :
Peradaban Lembah Sungai Indus (Shindu)
Pusat peradaban lembah sungai Indus (Shindu) dapat diketahui berdasarkan penemuan sisa-sisa peninggalan kebudayaan di dua situs bekas kota kuno, yakni Mohenjo-Daro dan Harappa. Mohenjo-Daro yang ditemukan di daerah Shindu (sekarang wilayah Negara Pakistan) diperkirakan pernah dijadikan sebagai ibu kota lembah Shindu bagian utara. Harappa yang terletak di daerah Punjab, dekat sungai Ravi, dipkerkirakan sebuah ibu kota dari lembah Sungai Shindu bagian selatan.
Kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Shindu bersifat politheisme (memuja banyak dewa). Dewa-dewa yang dipujanya, seperti dewa bertanduk besar dan dewa perempuan yang melambangkan kemakmuran serta kesuburan (dewi ibu).
Adapun benda-benda lain yang berhasil ditemukan oleh para ahli di pusat peradaban Sungai Indus ini adalah sebagai berikut.
a. Di kota Harappa, ditemukan beberapa arca yang masih sempurna bentuknya dan dua buah Torso (arca yang telah hilang kepalanya). Salah satu Torso mula-mula bertangan empat dan berkepala tiga. Berdiri di atas kaki kanan dengan kaki kiri terangkat.
b.Di kota Mohenjo-Daro, ditemukan arca seorang pendeta berjanggut. Arca ini memakai pita yang melingkari kepalanya dan berpakaian baju yang berhias gambar-gambar yang menyerupai daun semanggi. Hiasan dengan daun semanggi juga lazim dipakai di daerah Mesopotamia, Mesir, dan Kreta.
c. Arca lain yang ditemukan di kota Mohenjp-Daro adalah arca berbentuk gadis penari yang terbuat dari perunggu.
Peradaban Lembah Sungai Gangga
Lembah sungai Gangga terletak diantara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Sungai itu bermata air dipegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar, seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares, melalui wilayah Bangladesh dan bermuara di teluk Benggala.
Sungai Gangga juga di anggap keramat dan suci oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu India, air Sungai Gangga dapat menyucikan diri manusia dan menghapus segala dosa. Begitu pula tulang dan abu orang mati dibuang kedalam sungai Gangga agar arwah orang yang meninggal dapat masuk surga.
Perkembangan sistem pemerintahan di lembah sungai Gangga merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan masyarakat didaerah lembah Sungai Sindhu. Sejak runtuhnya Kerajaan Maurya, keadaan menjadi kacau akibat terjadi peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan ini baru dapat diamankan kembali setelah munculnya Kerajaan Gupta.
Bentuk peradaban di China :
Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho)
Peradaban tertua bangsa Cina terletak di lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho). Sungai ini bersumber di daerah Pegunungan Kwen-Lun di Tibet, melewati daerah pegunungan Cina utara dengan membawa lumpur kuning, dan akhirnya bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Lumpur kuning yang dibawa oleh sungai Hwang-Ho tersebut membentuk dataran rendah Cina yang sangat subur untuk pertanian.
Berdasarkan penemuan bukti-bukti sejarahnya, Cina telah mengalami pergantian pemerintahan dari beberapa dinasti. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina, sebagai berikut.
a. Dinasti Shang (Hsia) dan Dinasti Yin (1700-1027 SM)
Pendiri DInasti Shang adalah Kaisar Chengtang. Pusat pemerintahannya terletak di daerah Henan, lembah sungai Hwang-Ho. Sisa-sisa peninggalan Dinasti Hsia ini, diantara lain bejana perunggu, kereta kuda, dan sistem tulisan.
Dinasti Shang kemudian digantikan oleh Dinasti Yin. Dua dinasti ini tidak meninggalkan catatan-catatan atau bukti-bukti tertulis yang jelas sehingga perkembangan pemerintahannya tidak dapat di ketahui secara pasti. Namun, berdasarkan folklore yang dikenal oleh masyarakat Cina, dua dinasti ini telah mengembangkan sistem polytheisme dengan dewa tertingginya bernama Dewa Shang-Ti.
b. Dinasti Chou
Dinasti ini didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Raja Wen, Raja Wu, dan Pangeran Chou. Pada masa ini, dasar-dasar sistem pemerintahan feodalisme diletakkan dan diikuti dengan pembagian kekuasaan pemerintahan. Hal ini meliputi kekuasaan pemerintah pusat langsung berada di bawah kekuasaab seorang kaisar.
Pada zaman kekuasaan Dinasti Chou, muncul tokoh-tokoh filsafat yang memiliki peranan penting dalam perkembangan kehidupan rakyat Cina hingga kini, seperti Lao Tse dan Kong Fu Tse.
c. Dinasti Chin
Dinasti ini didirikan oleh Raja Cheng yang bergelar Shih Huang Ti. Di bawah pemerintahannya, untuk pertama kali, Cina menjadi sebuah negara kesatuan dengan diperintah oleh satu orang raja saja. Shih Huang Ti mengganti sistem feodalisme dengan unitarisme melalui penghapusan kerajaan-kerajaan kecil kemudian menjadikannya semacam provinsi. Dari nama dinasti ini, nama “Cina” diambil.
Shih Huang Ti memerintah Cina dengan tangan besi atau dictator. Salah satu hasil kediktatoran dirinya adalah pembuatan tembok besar Cina. Sepeninggal Shih Huang Ti, penerus-penerusnya adalah para kaisar yang lemah. Akhirnya, dinasti Chin berakhir dan digantikan Dinasti Han.
d. Dinasti Han
Dinasti Han merupakan dinasti yang memiliki masa pemerintahan paling lama di Cina. Dinasti ini didirikan oleh Liu Pang. Pada masa pemerintahan kaisar Han Wu-Ti, Cina mengalami masa kejayaan dan memiliki wilayah yang sangat luas meliputi Korea, Annam, Manchuria, dan Asia Tengah.
Pada masa kekuasaan dinasti ini, ajaran Kong Fu Tse mulai diterapkan dan dikembangkan lagi sehingga sistem berdasarkan ajaran-ajaran Kong Fu Tse.
Setelah Kaisar Han Wu Ti meninggal tahun 87, dinasti Han mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh tahun 221. Ketika terjadi kekacauan, bangsa Tartar mulai menyerang Cina dan akhirnya sebagian negeri Cina dapat dikuasainya.
e. Dinasti Tang
Dinasti ini didirikan oleh Li Shih Min yang terkenal dengan nama Kaisar Tang Tai Tsung. Ia memperluas wilayah kekuasaannya ke luar negeri Cina, seperti ke selatan menguasai Ton-kin, Annam, dan Kamboja. Ke sebelah barat menguasai Persia dan laut Kaspia. Oleh karena itu, di bawah kekuasaan kaisar Tang Tai Tsung, Dinasti Tang mencapai masa kejayaannya. Pada bidang seni syair dan seni lukis, terdapat seniman-seniman yang terkenal seperti Li Tai Po, Tu Fu, dan Wang Wei.
Agama Islam dan Nasrani mulai masuk ke Cina pada masa Dinasti Tang melalui Asia Tengah. Akhirnya, pada abad ke-10 M, Dinasti Tang runtuh dan negeri Cina kembali mengalami kekacauan. Selain itu, raja-raja yang memerintahnya silih berganti.
Kasta dari bahasa Portugis adalah pembagian masyarakat.
1. Kasta Brahmana, merupakan kasta tertinggi dan bertugas untuk menjalankan upacara-upacara keagamaan. Yang termasuk dalam kasta ini adalah para Brahmana.
2. Kasta Ksatria, bertugas untuk menjalankan roda pemerintahan. Yang termasuk kasta ini adalah para raja, prajurit dan bangsawan.
3. Kasta Waisya, merupakan kasta dari golongan rakyat jelata seperti para petani dan pedagang.
4. Kasta Sudra, kasta yang paling rendah seperti para budak.
Sedangkan di luar sistem Kasta tersebut, ada pula istilah :
2. Kaum Candala, Golongan orang yang berasal dari Perkawinan Antar Warna, bangsa asing.
Sistem ini menjadi doktrin para Pribumi sehingga membuat bangsa-bangsa zaman kerajaan di Indonesia tidak mudah ditindas oleh bangsa asing karena bangsa-bangsa pribumi merasa "Kasta" mereka lebih tinggi dari bangsa asing di luar Nusantara, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tunduk kepada bangsa asing (Kubilai Khan, Negeri Campa, dll).
Tujuan dari pembentukan kasta adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravidayang dianggap paling rendah.
- Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia pada masa Proto dan Deutero Melayu
Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke Indonesia, wilayah Indonesia sudah ada suku Weddid dan Negrito. Kedua suku tersebut berasal dari daerah Tonkin.
Dari Tonkin kemudian menyebar ke Hindia Belanda, Indonesia, hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik.
Suku Bangsa Melayu yang terdapat di Indonesia dalam proses menetapnya dibedakan menjadi dua yaitu
1. Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
2. Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang kali pertama di Indonesia sekitar 2000 tahun SM. Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Yunan menuju Indonesia menempuh dua jalur berikut:
1. Jalur Utara dan Timur
2. Jalur Barat dan Selatan
1. Jalur Utara dan Timur
- Melalui Teluk Tonkin menuju Taiwan (Formosa), Filipina, Sulawesi, dan Maluku dengan membawa kebudayaan kapak lonjong.
- Persebaran periode Proto Melayu ini membawa kebudayaan batu baru/Neolithikum.
2. Jalur Barat dan Selatan
- Melalui Semenanjung Malaka, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara dengan membawa kebudayaan kapak persegi.
- Persebaran periode Deutro Melayu ini mebawa kebudayaan logam.
Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu) adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang di Indonesia pada gelombang kedua terjadi pada sekitar 500 tahun SM. Bangsa Melayu Muda datang ke Indonesia melalui jalur barat, yakni berangkat dari Yunan, Teluk Tonkin, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, dan kemudian menyeberangi Selat Malaka hingga sampai di Kepulauan Indonesia.
Penyebaran manusia purba di Indonesia tidak berlangsung dalam satu tahap. Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, kedatangan manusia purba di indonesia berlangsung tiga tahap yaitu zaman mesolithikum, zaman neolithikum, dan zaman perundagian.
Zaman mesolithikum
Terjadi gelombang masuk manusia purba melonosoid dan daerah teluk tonkin, vietnam, melalui jalur fhilipina, malaysia dan indonesia. Sisa keturunan bangsa melonosoid yang masih ditemukan, antara lain orang sakai di siak, orang aeta di filipina, orang semang di malaysia, dan orang papua melonosoid di indonesia
Zaman neolithikum (200 SM)
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu tua (proto melayu) dari daerah yunan, china, melalui jalur semenanjung malaya, indonesia, filipina, dan formosa. Kebudayaan neolithikum, khususnya jenis kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong.
Zaman perundagian
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu muda ( deutero melayu ) dari daerah teluk tonkin, vietnam ke daerah daerah di sebelah selatan vietnam, termasuk indonesia.
Bangsa ini merupakan pendukung kebudayaan perunggu, terutama kapak corong nekara , moko, bejana perunggu, dan arca perunggu. Kebudayaannya sering disebut kebudayaan Don son karena berasal dari donson teluk tonkin)